Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, June 17, 2017

"Kutilang" atau istilah pertaniannya Etiolasi, di buang atau di pertahankan?


Selama ini para penghobby hidroponik selalu dihantui dengan yang namanya "Kutilang" atau istilah pertaniannya Etiolasi...
berikut kami berikan update perkembangan dari semaian kami yang pada awalnya kutilang... sebagai bahan pembelajaran...
Waktu awal semai, cuaca tidak mendukung, banyak mendung dan sering hujan deras disertai angin...
juga karena kami terlambat memindah ke installasi karena memang belum selesai renovasi dan installasi belum jadi...
bukan berarti semua yang "kutilang" pasti tetap bisa bertumbuh dengan baik..
tetapi bagaimanapun tetap ada batasan batasan yang memang tidak mungkin...
dan sejak awal pindah ke meja dewasa, cuaca sangat mendukung dengan sinar matahari penuh...
Juga didukung dengan Nutrisi ABMix yang berkualitas baik..
posting ini sengaja saya share terutama untuk rekan rekan pemula... supaya lebih yakin bahwa hidroponik bukan sesuatu yang menakutkan... bukan sesuatu yang sulit... tidak harus Mahal... tidak harus menggunakan sistem tertentu... Dan Semua orang pasti bisa berhidroponik...
Berikut foto foto perkembangan tanaman mulai dari 11 HSS sampai dengan hari ini...
Perhitungan hari akan saya sertakan di post fotonya...






Dan akhirnya... tiba masa panen...
hampir semua efek kutilang hilang... walau tetap ada tanda tanda kutilang yang tetap tidak akan pernah bisa hilang
sumber : Andrew Tang
Read more ...

Wednesday, June 14, 2017

Berbicara dengan tanaman!



COPAS dari pak Catur D Mirzada di group WA.
(Sayang dibuang. Tulisanku di grup MTJ Hidroponik belajar bersama).
Berbicara dengan tanaman!
Yah! Tanaman bisu. Namun kita bisa berkomunikasi dengan cara mengenali gejala-gejala yang dimunculkan oleh tanaman secara visual (symptom).
Kenali ciri dan gayanya. Bila paham maunya. Maka kita bisa merespon dengan segera dan tanaman anda tidak 'ngambek' lagi.
Salah diagnosa ataupun pembiaran saat tanaman anda berteriak minta pertolongan bisa menyebabkan kematian tanaman yang anda budidayakan.
Pahami bahwa tanaman yang kita lihat (Fenotipik) adalah hasil dari:
Genetik (G)+Lingkungan (E).
F=G+E.
Ada peran genetik yang memang bawaan dari penciptaannya. Ada juga peran dari lingkungannya. Sehingga tumbuh dan berkembang seperti yg kita lihat secara visual.
Bila peran genetik, maka tentu ciri-cirinya diturunkan. Bila peran lingkungan maka ciri-ciri tersebut tidak diturunkan. Mari kita singkirkan peran genetik, sebab lebih kompleks tentang peran lingkungan.
Lingkungan yg bisa mempengaruhi Fenotipik tanaman bisa dibagi menjadi
1. Biotik (hidup)
2. Abiotik (tidak hidup)
Biotik bisa mencakup semua hal yg berhubungan dengan penyebab yang hidup. Seperti hama dan penyakit pengganggu. Termasuk makro-organisme dan mikro-organisme penggangu. Berkaki 8 (golongsn tunggau), berkaki 6 (insek), hinga hewan besar berkaki 4 atau pun hanya 2. Hingga hewan yang tidak berkaki dan bertubuh lunak seperti cacing ataupun nematoda. Juga bentuk bakteri, fung, virus, dll yang bentuknya mikro.
Biasanya ciri-ciri yang disebabkan oleh pengganggu Biotik ini adalah:
1. Ada bekas gigitan atau pembusukan (bagian tanaman yg di dirusak).
2. Biasanya sporadis serangannya.
3. Bila gangguan makro organisme tidak menular, tidak menyebar. Ada jejak yg di tinggalkan. Bahkan kadang dijumpai kotorannya.
4. Bila gagguan oleh mikro-organisme (bakteri, fungi, virus) menular dan menyebar. Ada yang cepat dan tidak.
Abiotik adalah semua penggangu tidak hidup berbentuk cair, padat atau gas, dalam keadaan kekurangan atau berlebih/toksik. Seperti air, oksigen, CO2, UV, suhu, RH, udara, angin, nutrisi, dll. Ciri-cirinya:
1. Serempak dan luas.
2. Tidak ada bekas gigitan.
3. Tidak menular atau menyebar.
4. Menyebabkan kerusakan dengan cepat dan tiba-tiba.
5. Tidak ada tanda-tanda bekas jejak hidup.
Gejala yang diperlihatkan oleh daun dapat berupa:
1. Klorosis (gagal membentuk klorofil sehingga daun menjadi kuning, pucat, memutih)
2. Nekrosis (jaringan rusak/ mati, menimbulkan bercak coklat, kering pada daun)
3. Malformasi (salah bentuk/ abnormal, kerdil, keriting, bengkok)
Jadi kita harus berhati-hati karena tanaman menunjukkan gejalanya bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan seperti:
1. Defisiensi nutrisi
2. Toksisitas nutrisi/ logam berat
3. Stress lingkungan (suhu/ cuaca)
4. Kimia (pestisida, herbisida)
5. Polutan udara (NOx dan SOx)
6. HPT (Hama & Penyakit Tanaman)
7. Genetik
Salam hidroponik!
# sumber artikel copas share dari Damar Hydrofarm
Read more ...

Sunday, June 11, 2017

Awal perjuangan bertani Hidroponik



Awal perjuangan bertani Hidroponik
Setahun yang lalu di ajak teman utk liat kebun paprikanya di daerah Nongkojajar kab Pasuruan. Di daerah ini merupakan salah satu sentra Paprika di Jawa Timur, kemudian tertarik utk bisa berkebun Paprika dengan hidriponik.
Rencana bikin kebun di buat, kemudian kok kebetulan dapat sewa lahan yang lokasinya pas, deal dengan pemilik dan mulailah pekerjaan konstruksi GH.

Namun rupanya dalam setiap usaha selalu ada hal tak terduga, pekerjaan konstruksi GH molor karean faktor kontraktor dan tentunya cuaca sering hujan, dan paling parah kontraktor lari padahal pekerjaan belum selesai, untung pembayaran belum sampai pelunasan shg kerugian tidak banyak.
Masalah selanjutnya adalah Nutrisi hidroponik, selama ini petani Paprika di nongkojajar menggunakan nutrisi pabrikan yang tidak jelas komposisi bahannya, sehingga hasil yang di dapatkan juga kurang maksimal. Kami juga coba hubungi produsen nutrisi lokal, kami minta harga terbaik dan kami katakan bahwa nantinya mau ikut jualkan produknya di kalangan petani setempat (Nongkojajar) tapi negosiasi harga tetap tidak bisa menekan harga se minimal mungkin, dan mungkin karena kami di anggap petani pemula sehingga bukan sasaran produk mereka jadinya mereka kurang tertarik utk mensupport kami utk penyediaan nutrisi dengan harga terjangkau. Dan pada akhirnya kami menemukan pelatihan meracik nutrisi hidroponik yang di selenggarakan di kota Jogja. Walaupun tanpa basic ikut pelatihan dasar hidroponik dan belum praktek hidroponik kami coba ikuti pelatihan ini, dan akhirnya kami menemukan solusi atas permasalahan nutrisi hidroponik ini.
Selalu ada hikmah di balik keterlambatan pengerjaan GH.
Sebelum GH selesai kami melakukan persiapan dan koreksi dari cara bercocok tanam paprika kebiasaan masyarakat sekitar antara lain :
1. Konstruksi GH menggunakan standar utk kebun paprika antara lain penggunaan insectnet yang bagus.
2. Instalasi Irigasi kami menggunakan produk yang berkualitas (Netafim)
3. Pola tanam biasanya dalam 1 slab arang sekam isi 6 tanaman kami rubah jadi 1 slab arang sekam isi 3 tanaman.
4. Penggunaan nutrisi hasil pelatihan yang kami ikuti sesuai masa pertumbuhan tanaman (vegetatif dan generatif) dan menggunakan bahan bahan berkualitas serta rasio yang di gunakan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Dari persiapan yang lebih matang dan koreksi dari kebiasaan petani setempat, hasil yang kami lihat saat ini adalah :
1. Penggunaan Nutrisi yang tepat menghasilkan tanaman paprika yang tumbuh subur optimal dan tentunya dengan nutrisi racikan sendiri bisa menekan HPP penggunaan nutrisi sampai dengan 40% dari harga nutrisi di pasaran dan kandungan nutrisinya lebih jelas dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
2. Konstruksi GH yang bagus akhirnya bisa menekan penggunaan pestisida sampai seminimal mungkin, musuh utama Paprika adalah Trip.
Dan saat ini Paprika kebun kami mulaia berbuah dan siap utk panen perdana :)


Ini baru awal perjuangan petani utk bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan menghasilkan output produk yang optimal sesuai dengan target yang di inginkan, dan harus selalu ada perbaikan perbaikan dari hasil yang sudah di dapat.
Bertani bukan tanpa resiko, tapi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa meminimalisir resiko, maka dari itu jangan pernah berhenti utk belajar dan terus belajar agar petani Indonesia makin maju dan menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar Global sehingga bisa membantu pemerintah dalam swasembada pangan di masa yang akan datang.











sumber : https://www.facebook.com/KielFarm/photos/pcb.293545567769390/293545294436084/?type=3&theater


1
tanaman hidroponik 100
2
tanaman 100
3
cara hidroponik 95
4
menanam hidroponik 50
5
cara menanam hidroponik 35
6
membuat hidroponik

1
tanaman hidroponik
100
2
tanaman
100
3
cara hidroponik
95
4
menanam hidroponik
50
5
cara menanam hidroponik
35
6
membuat hidroponik
Read more ...

Monday, February 13, 2017

bu Yuliana Rosmalawati jadi Petani, Penjual Bibit, Jual Pupuk, Mengolah hasil pertanian dan jadi Guru Mentor bagi orang lain

Saya sudah berteman lama sm bu Yuliana Rosmalawati di fb. Dia Petani Bawang merah di Brebes. Saya amati beliau sepak terjangnya luarbiasa. Ya petani, ya pembuat bibit, ya berbagi ilmu sama orang lain, ya jualan pupuknya, eh sekarang jualan pasca panen...
Bawang merah goreng sudah dikemas dengan cantik. Nah seandainya petani2 cabe tomat yang harganya pernah anjlok tajam belajar seperti itu pasti bisa sejahtera.
Saat cabe murah sebagian jangan dijual tapi diolah jadi cabe kering dipack/dikemas. Cabe kering buat makan soto dan bakso enak loh.
Saya aja mau belajar mengolah cabe dan tomat. Saat harga murah bisa experimen, trus yg bertahan saat harga cabe lagi naik.
Begitu yang saya pelajari di Cameron waktu di Malaysia. Rame2 nanam strawberry, lalu diolah macam2 jadi sambal, Selai, sabun, es3nsial oil, dlsb.
Kalau ada waktu coba deh baca2 pengolahan pasca panen, pasti menarik.
Note : bu Yuliana R pinjam foto2nya ya






Read more ...

Sunday, February 12, 2017

Ayoo nanem cabe sendiri

Ayoo nanem cabe sendiri...
Ikut anjuran pak Mentan hehhehe..
Barusan di TV diberitakan 12 hektar kebun cabe di Situbondo jatim rusak krn kena ulat daun dan lalat buah. Di kebun saya sih semprotnya cuma pakai pestisida nabati dan semprotan mint bikin sendiri.
Saya coba menghitung berapa sih yang saya dapatkan dari 2pohon cabe rawit saya.
Setiap kali petik dapat 300 sd 500 gram
Dalam seminggu saya dapat 1.2 kg
Dalam 1bulan ini sudah dapat 3.5 kg
Kalau 1kilo saja saya ambil 80.000 x3.5kg, sudah dapat Rp. 280.000 lumayan kan.
Padahal ini sudah berbuah sejak November th lalu.
Saya petik setiap 3hari sekali, setiap metik saya timbang dirumah atau diresto.
Saya hanya ambil sedikit untuk dirumah dan sisanya saya bawa ke resto.
S3karang sudah mempersiapkan lebih banyak lagi. Sekeliling pagar saya tanam cabe. Jika harga cabe turun ya ndak papa..kan cabenya sehat.
Yg ini sistim siram manual.
Tapi saya siap juga yg pakai dutch bucket...jadi gak perlu siram manual.

https://www.facebook.com/Bertha.T.Ciptaningsih?fref=nf








Read more ...

Saturday, February 11, 2017

CARI PASAR DULU ATAU TANAM DULU?

CARI PASAR DULU ATAU TANAM DULU?
Sekedar share pengalaman...
Sering sekali ini menjadi pertanyaan bagi kita sewaktu ingin terjun kedalam bisnis hidroponik, termasuk saya sendiri dulu.
Apakah saya cari pasar dulu? Setelah dapat pasar, baru mulai menanam.
Ataukah saya tanam dulu? Tetapi bagaimana kalau sesudah menanam, tidak ada yg beli?
Dari pengalaman yg saya dapatkan, pasar itu selalu datang setelah ada hasil/sample yg dapat kita tawarkan. Bagaimana mereka mempunyai keinginan membeli apabila tidak ada sayur yg ditawarkan. Baik itu end user, ataupun cafe/resto biasanya semua ingin melihat sample. Cafe/resto selain ingin melihat sample, mrk juga ingin jaminan supply sayur yg berkesinambungan. Tidak mungkin mereka hanya membuka toko mrk 1x / bln ketika kita panen.
Jadi membuat strategi spt ini. TANAM DULU 1 modul, dan dibagi menjadi 4 mgg panen spy sayur tersedia setiap hari. Stlh itu cari CARI PASAR yang kecil saja, yg penting rutin pakai setiap hari. Contoh : pedagang burger, bakso, nasi uduk, dll.
Setelah dapat pembeli, saya pun menambahkan modul lagi. Begitu seterusnya sampai skrg mencoba bangun di tanah 2500 mtr dgn perkiraan produksi 3.2 ton / bln.
Semoga menjadi inspirasi bagi teman2 semua. Semangat Pagi
https://www.facebook.com/Hendra.hhalim



 ðŸ™‹ðŸ™‹ðŸ™‹








Read more ...

Thursday, February 9, 2017

Usaha Hidroponik dan keuntungan untuk sekolah Gratis inilah contohnya

PT. Hydroponic Agrofarm Bandungan tidak hanya membikin usaha hidroponik aja. yang keuntungannya untuk sekolah gratis anak smk Theresiana Bandungan
tapi kami juga melatih anak anak smk tersebut untuk menjadi tenaga trampil hidroponik. dengan sistem 50 % peraktek dilapangan langsung 50 % dikelas. dengan sistem piket bergilir pagi. sore dan ada yang seharian.

mereka belajar semai. pindah tanam. pemberian nutrisi. pruningg. panen. membuat sisstem dan lain lainnya.
kedepannya mulai bulan febuari akan membuat nutrisi dan pembuataan GH.
sehingga diharapkan anak anak tersebut siap sebagai tenaga trampil setelah mereka lulus nanti.
jadi temen temen yang mau bikin usaha hidroponik bisa mengambil tenaga kerja dari smk theresiana. 
tidak perlu bingung dengan tenaga kerja trampil hidroponik lagi

# kebun Hab Agrowisata











Read more ...

Friday, June 26, 2015

Motivasi :Bertanam kangkung Paling Mudah

Kangkung sayuran murah tapi digemari...
Nanamnya pun super mudah dan murah...
Daripada beli yang masih ragu ada cacingnya gak ya ada lintahnya gak ya..karena diairam air got hitam pinggir jalan.
Coba dong yang blum pernah coba..
Ini tanpa media apapun..
Modalnya hanya :
1keranjang bolong2
1baskom utk wadah nutrisi
Benih kangkung
1set nutrisi AB Mix hidroponik.
Tekniknya hanya merendam benih kangkung saja..dilakukan sampai panen gak perlu pindah tanam. Kalau sudah bisa pasti semangat nanam deh untuk keluarga sendiri.
Yuk coba..
Foto ini semai tgl 27 Mei jadi skrg usianya 16 hari... cepet kan.
Read more ...