Showing posts with label Nutrisi. Show all posts
Showing posts with label Nutrisi. Show all posts

Sunday, June 18, 2017

Aquakulture + hidroponik = aquaponik, Nutrisi hanya mengandalkan dari limbah kotoran ikan

Aquakulture + hidroponik = aquaponik. Nutrisi hanya mengandalkan dari limbah kotoran ikan allhamdulillah tanaman subur ikannya sehat.. salam urban farming
Akuaponik adalah jawaban sempurna untuk masalah pembuangan limbah air kaya nutrisi pada kultur ikan para pembudidaya ikan dan kebutuhan air kaya nutrisi para petani hidroponik. Pada dasarnya, sistem akuaponik meniru sistem ekologi pada lingkungan alamiah. Nutrisi yang berasal dari limbah ikan dan terkonsentrasi digunakan untuk menumbuhkan tanaman pangan dan bersifat berkelanjutan.






Read more ...

Wednesday, June 14, 2017

Berbicara dengan tanaman!



COPAS dari pak Catur D Mirzada di group WA.
(Sayang dibuang. Tulisanku di grup MTJ Hidroponik belajar bersama).
Berbicara dengan tanaman!
Yah! Tanaman bisu. Namun kita bisa berkomunikasi dengan cara mengenali gejala-gejala yang dimunculkan oleh tanaman secara visual (symptom).
Kenali ciri dan gayanya. Bila paham maunya. Maka kita bisa merespon dengan segera dan tanaman anda tidak 'ngambek' lagi.
Salah diagnosa ataupun pembiaran saat tanaman anda berteriak minta pertolongan bisa menyebabkan kematian tanaman yang anda budidayakan.
Pahami bahwa tanaman yang kita lihat (Fenotipik) adalah hasil dari:
Genetik (G)+Lingkungan (E).
F=G+E.
Ada peran genetik yang memang bawaan dari penciptaannya. Ada juga peran dari lingkungannya. Sehingga tumbuh dan berkembang seperti yg kita lihat secara visual.
Bila peran genetik, maka tentu ciri-cirinya diturunkan. Bila peran lingkungan maka ciri-ciri tersebut tidak diturunkan. Mari kita singkirkan peran genetik, sebab lebih kompleks tentang peran lingkungan.
Lingkungan yg bisa mempengaruhi Fenotipik tanaman bisa dibagi menjadi
1. Biotik (hidup)
2. Abiotik (tidak hidup)
Biotik bisa mencakup semua hal yg berhubungan dengan penyebab yang hidup. Seperti hama dan penyakit pengganggu. Termasuk makro-organisme dan mikro-organisme penggangu. Berkaki 8 (golongsn tunggau), berkaki 6 (insek), hinga hewan besar berkaki 4 atau pun hanya 2. Hingga hewan yang tidak berkaki dan bertubuh lunak seperti cacing ataupun nematoda. Juga bentuk bakteri, fung, virus, dll yang bentuknya mikro.
Biasanya ciri-ciri yang disebabkan oleh pengganggu Biotik ini adalah:
1. Ada bekas gigitan atau pembusukan (bagian tanaman yg di dirusak).
2. Biasanya sporadis serangannya.
3. Bila gangguan makro organisme tidak menular, tidak menyebar. Ada jejak yg di tinggalkan. Bahkan kadang dijumpai kotorannya.
4. Bila gagguan oleh mikro-organisme (bakteri, fungi, virus) menular dan menyebar. Ada yang cepat dan tidak.
Abiotik adalah semua penggangu tidak hidup berbentuk cair, padat atau gas, dalam keadaan kekurangan atau berlebih/toksik. Seperti air, oksigen, CO2, UV, suhu, RH, udara, angin, nutrisi, dll. Ciri-cirinya:
1. Serempak dan luas.
2. Tidak ada bekas gigitan.
3. Tidak menular atau menyebar.
4. Menyebabkan kerusakan dengan cepat dan tiba-tiba.
5. Tidak ada tanda-tanda bekas jejak hidup.
Gejala yang diperlihatkan oleh daun dapat berupa:
1. Klorosis (gagal membentuk klorofil sehingga daun menjadi kuning, pucat, memutih)
2. Nekrosis (jaringan rusak/ mati, menimbulkan bercak coklat, kering pada daun)
3. Malformasi (salah bentuk/ abnormal, kerdil, keriting, bengkok)
Jadi kita harus berhati-hati karena tanaman menunjukkan gejalanya bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan seperti:
1. Defisiensi nutrisi
2. Toksisitas nutrisi/ logam berat
3. Stress lingkungan (suhu/ cuaca)
4. Kimia (pestisida, herbisida)
5. Polutan udara (NOx dan SOx)
6. HPT (Hama & Penyakit Tanaman)
7. Genetik
Salam hidroponik!
# sumber artikel copas share dari Damar Hydrofarm
Read more ...

Monday, June 12, 2017

Pengen tanaman Paprikanya Ijo Royo Royo dan Tumbuh Optimal seperti ini ????






Paprika 27 Hst, lokasi kebun Nongkojajar, kab Pasuruan
Drip Irigation System

Paprika 27 HST
Benih : Rijk Zwan 5000 tanaman dan Benih Enza Zaden 1000 tanaman
Populasi : 6.000 tanaman
Luas Green House :1200 meter persegi
Lokasi Kebun : Tutur , Nongkojajar Kab. Pasuruan, 1000 mdpl
Nutrisi yang di gunakan 3 Bahan racikan sendiri.
Masih ragu pakai Nutrisi produksi kami ??
Untuk order nutrisi selain khusus sayuran daun silahkan hub kami, Nutrisi untuk tanaman buah terdiri dari vase vegetatif dan vase generatif.






Kini telah hadir Nutrisi AB Mix Hidroponik produksi Kiel's Farm, dengan kelebihan : 

- Larut dalam air,
- Terdapat 12 unsur hara yang di butuhkan tanaman, 
- Berimbang komposisi unsur hara yang di butuhkan sayuran daun
- Di racik menggunakan bahan bahan impor berkualitas

Kami juga memproduksi Nutrisi AB MIX sesuai dengan jenis dan fase tanaman hidroponik, ukuran volume nutrisi yang di butuhkan bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan kebun hidroponik anda.


    Harga Nutrisi :



Harga yang kami berikan lebih terjangkau di banding harga yang beredar di pasaran, dan bahan bahan yang kami gunakan merupakan bahan bahan yang berkualitas.






Nutrisi AB MIX Khusus Sayuran Daun telah tersedia di :
https://www.tokopedia.com/kielsfarm


Untuk Nutrisi AB Mix Sayuran Buah sesuai Fase Tanaman bisa di pre order dan silahkan hubungi kami untuk pemesanan.



Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam budidaya hidroponik, minimal ada 3 (tiga ) parameter yang harus di perhatikan antara lain : 

1. Air Baku 

Paling tidak ada 3 (tiga) item untuk pemula yang harus di ketahui mengenai parameter air baku yang sebaiknya di gunakan untuk budidaya hidroponik yaitu :
- Keasaman Air (pH) yang digunakan adalah 5,5–6,5
- TDS (Total Dissolved Solid) air baku yang di gunakan maksimal 150 ppm (di ukur mengunakan tds meter)
- Suhu air baku idealnya berada dalam range 23–30 derajat Celcius.

2. Sinar Matahari

Sinar Matahari mutlak di perlukan dalam budidaya hidroponik, yang paling optimal adalah minimal 6 jam tanaman mendapatkan sinar matahari untuk proses fotosintesa tanaman. Hidroponik tetap bisa di lakukan tanpa sinar matahari jika di subtitusi dengan menggunakan lampu yang menghasilkan sinar uv, tentunya menambah biaya yang mahal jika menggunakan ini.

3. Nutrisi AB MIX Hidroponik

Pada dasarnya nutrisi yang berada di pasaran telah memenuhi syarat untuk hidroponik dengan syarat yaitu: 
- larut dalam air,
- terdapat 12 unsur hara yang di butuhkan tanaman, 
- berimbang komposisi unsur hara yang di butuhkan tanaman

sumber : http://www.kielfarm.com/2017/03/promo-nutrisi-hidroponik.html

Read more ...

Monday, January 25, 2016

( Lagi-lagi.... ) Kipahit - Tithonia Diversifolia - Paitan - Jamras - Rondo semoyo - Bungo busuak - insulin....

( Lagi-lagi.... ) Kipahit - Tithonia Diversifolia - Paitan - Jamras - Rondo semoyo - Bungo busuak - insulin....
Akarnya ibarat reaktor pupuk dan hormon sekaligus
Itulah akar tanaman titonia Tithonia diversifolia yang dulu dianggap gulma. Di perakaran titonia ternyata hidup jutaan cendawan dan bakteri pelarut kalium dan fospat. Sebut saja bakteri kelompok Azotobacter sp dan Azospirillum sp. Mahluk supermini itu melarutkan kalium dan fospat yang umumnya mengendap dalam tanah serta menambat nitrogen dari udara.
Anggota keluarga Asteraceae itu pun muncul menjadi tanaman ajaib. Ia mampu menolong pekebun yang kesulitan pupuk buatan pabrik karena langka dan mahal. Belakangan terungkap bakteri di zona perakaran titonia juga menghasilkan fitohormon seperti auksin, giberelin, dan sitokinin. Akar tithonia juga terinfeksi cendawan mikoriza yang mampu memperluas zona perakaran. Mikoriza ibarat penambang hara sehingga tanaman efektif menyerap hara.
Serangkaian riset di Universitas Andalas, Padang, selama 11 tahun membuktikan titonia tak sekadar pupuk hijau biasa. Anggota keluarga kenikir-kenikiran itu mengalahkan pupuk hijau dari keluarga legum yang kaya rhizobium bakteri penambat N. Selama ini keluarga legum disebut pupuk hijau terbaik. Kini tithonia—dengan mikoriza, azospirillum, dan azotobacter—lebih unggul karena menyediakan nitrogen, kalium, fosfat plus fitohormon sekaligus.
Bunga matahari meksiko (mexico sunflower)—sebutannya di mancanegara—itu mudah tumbuh dengan setek atau biji. Pertumbuhannya cepat dengan biomassa yang besar: akar banyak, batang lembut, dan daun banyak. Ia dapat ditanam sebagai pagar di sekeliling kebun atau pagar lorong di antara guludan. Dengan luasan titonia 1/5 dari luas kebun dapat memasok pupuk untuk 4/5 kebun yang diusahakan. Sebagai contoh pada lahan seluas 1 ha ditanam pagar titonia seluas 2.000 m2.
Dari lahan seluas itu dapat dipanen 30—35 ton tithonia segar dalam setahun atau setara 6—7 ton bahan kering. Karena pertumbuhan tunas cepat, ia dapat dipanen bertahap setiap 2 bulan untuk dibuat kompos. Bahan organik itu setara 185 kg nitrogen, 20 kg posfat, dan 186 kg kalium. Jumlah nitrogen itu jelas lebih tinggi dari dosis rekomendasi pupuk urea pada jagung sebesar 300 kg urea/ha atau setara 138 kg nitrogen.
Kalo petani di negeri ini mau menggunakan tanaman ini sebagai pupuk n pestisida,hasil yang didapet jauhhh lebih baik.

a. Sebagai pupuk dasar
Tanaman kipahit segar yang dicincang,langsung dimasukan kedalam tanah yang akan ditanami.Tutup lagi dengan tanah,sirami berkala selama seminggu.Baru deh tanam benih,atau biji atau bibit. Ga akan ada Penyakit AKAR GADA lhooo
b. Sebagai pupuk lanjutan
Fermentasi tanaman kipahit yang dicairkan dengan air sebagai pupuk lanjutan secara dikocorkan/disiramkan, akan membuat tanaman jauh lebih tahan terhadap hama kutu dan ulat...
Masih ga mau mencoba ?
Read more ...

Friday, June 26, 2015

Kapan harus mengisi ulang larutan nutrisi atau menggantinya pada sistem NFT untuk sayuran daun … ?

Sekilas Info:
Kapan harus mengisi ulang larutan nutrisi atau menggantinya pada sistem NFT untuk sayuran daun … ?
Dalam metode hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi seperti pada system NFT… mengisi ulang larutan nutrisi atau menambahkan larutan pada tendon/ penampung secara berkala adalah penting.., Sementara pada sistem non sirkulasi seperti fertigasi larutan nutrisi tidak digunakan kembali sehingga tidak ada pengaturan isi ulang yang diperlukan…. Setiap sistem akan memiliki kebutuhan yang berbeda berapa banyak larutan baru yang harus ditambahkan… karena akan berkaitan dengan faktor2 seperti :
- Tahap pertumbuhan tanaman
- Variasi
- Jumlah tanaman
- Total volume air dalam sistem dan
- Iklim
Tanaman dapat terus menyerap nutrisi ketika proses fotosintesis berjalan ( Adanya Cahaya ) sehingga konsentrasi/ kepekatan nutrisi dalam larutan dapat berubah setiap saat…. Pada tahap kritis konsentrasi/ kepekatan larutan nutrisi perlu diisi ulang atau diganti dengan konsentrasi yang sesuai….
Catatan apa yang harus dilakukan..: untuk mengatur KONSENTRASI/ KEPKATAN tersebut…. Jika Anda memiliki tandon besar 1000L dalam sistem hidroponik.., Anda tahu berapa banyak nutrisi harus ditambahkan, tapi dengan tendon/ penampung besara pada sistem hidroponik cukup merepotkan mengatur konsentrasi/ kepekatanya.., karena akan masih ada beberapa ratus liter air yang tersisa pada tandon nutrisi tersebut…. Jadi saran yang mudah buatlah ukuran tendon/ penampung dengan ukuran kecil missal 100 L atau 200 L… sehingga saat2 terjadi penyusutan tidak terlalu banyak sisa larutan dan memudahkan mengatur konsentrasi/ kepekatan nutrisinya… Atau proses ini sering disebut sebagai "topping up"….
Topping Up tujuannya adalah untuk menambahkan larutan baru/ isi ulang mengisi kedua bagian Nutrisi A + B dan air ketika terjadi penyusutan, karena diserap tanaman atau penguapan... Penting untuk dicatat bahwa dalam sistem sirkulasi…, ketidakseimbangan dalam pengisian nutrisi bersifat kumulatif…. Jadi, penting untuk memahami prinsip2 dasar menambah atau mengganti nutrisi dalam sistem sirkulasi ini….
Jika formulasi nutrisi terakhir tersisa sekitar ¼ volume tendon maka perlu penambahan tergantung pada faktor2 lingkungan dan kondisi tanaman…. saat musim kemarau/ panas.., dan ketika tanaman berkembang pesat, formulasi larutan dalam tendon mungkin hanya bertahan seminggu atau lebih cepat terkuras… atau pada saat pertumbuhan tanaman komposisi harus diubah….
Menambahkan formula A +B saat mengisi ulang tandon nutrisi dalam sistem hidroponik dapat menyebabkan penumpukan beberapa unsur hara/ nutrisi dalam larutan kadang dapat memberikan bacaan EC/ PPM yang tidak benar…. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat penyerapan berbagai elemen/ unsur hara... Faktor-faktor ini adalah:
- Jenis tanaman
- Tahap pertumbuhan
- Kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya..
Ada banyak formulasi Nutrisi saat ini yang tersedia dari berbagai produk yang dapat digunakan sebagai solusi isi ulang…, namun harus diperhatikan bahwa setiap produk memiliki rasio yang berbeda dari setiap elemen yang terkandungya ( jumlah kandungan setiap unsur hara )… jadi sebaiknya gunakan produk yang sama untuk mencegah penumpukan ion yang berlebih….
Komposisi kepekatan larutan dan analisis melalui daun harus dipertimbangkan dalam mengatur nutrisi isi ulang ini…. Komposisi larutan ditentukan oleh kebutuhan gizi dari tanaman selama tahap pertumbuhan…. Selalu menggunakan takaran mili-setara dan kemudian ukur bagian per juta (ppm) atau EC nya... selanjutnya set larutan nutrisi pada rentang pH yang baik..
Analisis daun serta perkembangan tanaman dapat jadi panduan berapa kuat atau pekat konsentrasi nutrisi yg dibutuhkan... sehingga solusi isi ulang hanya berdasarkan konsentrasi jaringan daun apakah over nutrisi atau kekurangan nutrisi..
Kekurangan gizi/ unsur hara dapat terjadi dengan cepat dalam sistem hidroponik…, karena tidak ada media pertumbuhan yang bertindak sebagai penyangga…
Ketika mengatur solusi isi ulang saat tahap pertumbuhan tanaman harus dipertimbangkan... Tiga tahap dasar:
- Pertumbuhan vegetatif awal.., saat ini tanaman tidak membutuhkan terlalu banyak/ tinggi kepekatan nutrisi… agar tanaman muda cepat berkembang membangun jaringan daun..
- Tahap pertumbuhan vegetatif selanjutnya, di mana pertumbuhan akan berkembang membangun jaringan daun serta batang lebih banyak… selama periode ini.., perlu isi ulang larutan dengan kepekatan berbeda…
- Tahap reproduksi pertumbuhan tanaman yang sehat akan terus meningkat di mana daun batang akan semakin membesar…tentunya membutuhkan pasokan nutrisi yang lebih meningkat.., pada saat ini konsentrasi nutrisi standar sayuran daun dengan PPM/EC optimum bisa diberikan...
Dan saat masuk masa panen.., kepekatan nutrisi setidaknya 2 hari menjelang panen larutan nutrisi dalam tandon sebaiknya di kurangi.. atau Anda cukup menambahkan air bersih tanpa nutrisi…dengan PPM di kisaran 300 - 450..., hal ini dapat membantu mengurangi jumlah kandungan nitrat pada tanaman sayuran… sehingga kualitas rasa dapat lebih baik.
# sumber info: Paktani Hydrofarm
Read more ...